Minggu, 9 Desember 07, salah seorang guru senior di tempatku dipanggil Allah SWT. Beliau telah banyak memberikan sumbangsihnya pada kami, baik siswa maupun untuk sekolah. Beliau yang menolak jika kubawakan komputer untuk diservis di tempatku. "Ini komputer Bapak, maka Bapak yang harus membawanya", demikian kata beliau. Beliau sering bercerita padaku tentang asam garam kehidupan, dari pengalaman yang diperoleh di berbagai tempat di nusantara. Tidak jarang memberi nasehat sebagaimana nasehat seorang bapak kepada anaknya. Dimarahi? Sudah tentu sebagai seorang bapak.
Sekarang bapak sudah tidak berada di antara kami. Namun nasehat-nasehatnya akan tetap lestari di hati dan langkah kami. Selamat jalan, Bapak.
(in memoriam Sumardi, SPd)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar