Persiapan menyambut tamu agung bulan suci Ramadhan semestinya sudah dimulai semenjak bulan Rajab. Rasulullah SAW mengajarkan sebuah doa yang dibaca setelah kita sampai pada bulan Rajab. Doa itu artinya "Ya Allah, berkahilah bulan Rajab dan bulan Sya'ban, dan sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan". Para sahabat Rasulullah bahkan telah mempersiapkan diri menyambut bulan Ramadhan setengah tahun sebelumnya.
Bulan Sya'ban adalah bulan dimana orang-orang muslim semestinya sibuk. Sibuk memperbanyak amalan, membenahi diri, mengqadha puasa (bagi yang masih punya hutang, buruan dong). Bahkan di kultur Jawa ada kesibukan mudik ke kampung halaman untuk 'nyadran'. Bagi yang mampu, bulan Sya'ban juga tepat untuk mengeluarkan zakat mal untuk membantu kaum fakir miskin yang akan menjalankan puasa.
Apa yang harus kita siapkan?
Menyiapkan mulut untuk membaca Al Quran dan berdzikir serta menjauhi kata-kata yang bermanfaat apalagi menggunjing, 'ngrasani' orang lain. Menyiapkan kaki, tangan, kaki dang anggota badan agar terhindar dari hal-hal yang tidak disukai Allah. Juga menyiapkan badan kita agar sehat untuk menyambut dan mengisi kegiatan bulan Ramadhan. Dan lebih penting lagi menyiapkan hati dari pikiran kotor dan prasangka buruk. Memenuhi hati dengan mengngatNYA, merindukanNYA, dan harapan berjumpa denganNYA. Allah berjanji bahwa orang-orang yang berpuasa adalah mereka yang akan bertemu denganNYA. Dan janji Allah adalah pasti.
Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Mohon maaf lahir dan batin.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar