Di bulan Ramadhan senantiasa bermunculan iklan-iklan televisi baru yang temanya dikaitkan dengan bulan Ramadhan, ibadah puasa dan pesan-pesan moral lain. Salah satu yang menarik perhatianku adanya segmen 'nyolong'. Sebuah sepeda motor nylonong hampir menabrak pejalan kaki. Sepengetahuanku ada dua iklan yang menampilkan segmen tersebut.
Yang pertama dari Telkomsel Siaga, seorang wanita hendak menyeberang jalan lantas sebuah sepeda motor nyolong nyaris nabrak. Tapi si wanita sehat-sehat saja kok, buktinya masih terus bernyanyi.
Yang kedua dari Djarum. Seorang polisi sedang mengatur lalu lintas yang macet. Baru saja membuka jalur sebuah sepeda motor nylonong nyaris nabarak pak polisi, duh kasihan. Sudah bersusah payah, berpanas-panas ngatur lalu lintas kok malah nyaris ditabrak. Tapi pak polisi yang satu ini tetap bersabar, dia tetap tersenyum dan melanjutkan tugasnya. Bravo pak polisi.
Kenapa segmen ini muncul di layar televisi kita ya? Ataukah nylonong sudah menjadi bagian dari masyarakat berkendaraan. Padahal semua sudah tahu, nylonong tetap hal yang membahayakan dan merugikan. Semoga iklan-iklan tersebut hanya sindiran kepada kita yang suka nylonong. Tuh nyaris nabrak orang kan?
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar